Pilih Laman

Serangan dari virus corona atau Covid-19 pada awal tahun ini membuat banyak orang kebingungan. Semua sektor kena hingga menyebabkan perekonomian menjadi kacau. Berawal dari negara Cina, virus ini dengan cepat menyebar ke seluruh dunia bahkan masuk ke Indonesia. Dalam waktu singkat kondisi negara yang awalnya baik-baik saja menjadi berubah 180 derajat. Di Jogja sendiri virus ini sudah menyebar di hampir semua kawasan.

Salah satu sektor yang terkena dampak terbesar adalah sektor kesehatan. Sektor ini menjadi ujung tombak dari penanggulangan virus covid-19 ini. Banyak dokter, perawat, dan paramedis lainnya dikerahkan untuk merawat pasien yang setiap hari bertambah dengan cepat. Sudah banyak warga yang meninggal akibat virus ini.

Virus ini menyebar dengan cepat sehingga membuat paramedis kepayahan. Dalam merawat pasien pihak paramedis tidak bisa gegabah mereka harus dibekali dengan perlengkapan kesehatan yang lengkap. Perlengkapan medis yang diperlukan biasa disebut alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, kacamata medis, baju APD atau hazmat suit, dll.

Dikarenakan pasien semakin banyak sedangkan persediaan APD sangat terbatas banyak paramedis yang ikut menjadi korban. Hal itu membuat APD sangat diperlukan untuk mencegah itu semua. Berikut penjelasan mengenai APD yang digunakan untuk paramedis.

  1. Baju APD atau Baju Hazmat

Baju ini merupakan baju yang digunakan untuk melindungi pakaian dan tubuh dokter, suster, dan paramedis lainnya. Mereka wajib memakai pakaian ini untuk mencegah virus menempel di pakaian atau bagian tubuh lainnya. Baju yang disarankan adalah baju yang memakai bahan bahan spun bond ada bahan anti air. Saat ini banyak jasa yang jual baju APD sehingga lebih mudah mencarinya.

  1. Sarung Tangan

Sudah pasti sarung tangan menjadi alat perlindungan wajib yang harus dipakai ketika merawat pasien. Sarung tangan yang digunakan juga harus sesuai standar agar tidak mudah rusak saat digunakan. Tangan kita merupakan bagian tubuh yang paling mudah terkena kuman atau virus sehingga menyebabkan kita atau orang lain sakit. Dengan memakai sarung tangan maka diharapkan kuman atau virus tidak menempel ke kulit yang pastinya akan berbahaya bagi kesehatan.

  1. Masker

Alat pelindung diri selanjutnya yang tidak kalah penting lainnya adalah masker. Benda ini diperlukan untuk melindungi diri agar virus tidak masuk melalui saluran pernafasan atau mulut. Akan sangat berbahaya jika saat merawat tidak memakai masker karena riskan tertular. Sehingga pemakaian masker sangat diperlukan oleh para paramedis yang bertugas. Terdapat berbagai jenis masker yang dipakai dalam menangani pasien virus covid-19 dari masker bedah sampai masker N-95.

  1. Kacamata Pengaman

Alat ini juga diperlukan dalam menangani pasien virus covid19. Kaca mata pengaman diperlukan untuk melindungi mata agar tidak terkena virus. Mata menjadi bagian tubuh yang riskan untuk terkena virus sehingga pemakaiannya sangat diperlukan oleh dokter atau perawat.

  1. Sepatu Pelindung

ADP yang tidak bisa dilupakan adalah sepatu pelindung. Sepatu ini diperlukan agar virus yang jatuh ke tanah tidak menempel di kaki. Semua bagian tubuh perlu dilindungi agar tidak membuat pihak yang merawat pasien malah tertular. Sepatu yang dipakai biasanya sepatu boot yang mudah dipasang dan dilepas.

Demikian penjelasan singkat mengenai Alat Pelindung Diri (ADP) yang biasa dipakai oleh pihak paramedis seperti dokter, perawat, dan lainnya ketika merawat pasien. Semoga informasi di atas dapat menambah informasi mengenai APD. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan dan kebersihan untuk mencegah penularan virus covid-19 ini.